Bandung Barat— Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cisintok, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, saat ini mengalami kekosongan kepemimpinan. Terhitung sejak 30 Juli 2026, sekolah tersebut resmi tidak memiliki Kepala Sekolah definitif setelah pejabat sebelumnya, Pak Dadang, memasuki masa purna bakti (pensiun).
Kondisi ini memicu kekhawatiran dari pihak tenaga pendidik karena dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas operasional serta kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
Kekosongan posisi Kepala Sekolah semakin krusial mengingat komposisi pengajar di SDN Cisintok yang terbilang sangat minim Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat ini, SDN Cisintok hanya didukung oleh:
1 orang Guru PNS
12 orang Guru PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja)
5 orang Guru Honor
Melihat ketimpangan jumlah tersebut, peran pimpinan yang sah sangat dibutuhkan untuk menjaga koordinasi dan kelancaran administrasi sekolah.
Mewakili rekan-rekan pengajar, Imam, salah satu guru di SDN Cisintok, mengusulkan agar Dinas Pendidikan (Disdik) setempat bergerak cepat untuk menempatkan Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) atau melantik Kepala Sekolah baru.
"Kami berharap Dinas Pendidikan segera mengambil langkah cepat dengan menempatkan Plt Kepala Sekolah agar tata kelola operasional dan kegiatan belajar di SDN Cisintok tidak terhambat," ujar Imam.
Selain kepemimpinan yang responsif, figur Kepala Sekolah yang dibutuhkan saat ini harus memiliki kriteria spesifik sesuai dengan perkembangan zaman. Di era digitalisasi pendidikan, sistem pelaporan operasional maupun kegiatan sekolah kini berbasis serba online.
Oleh karena itu, sososok penganti yang diharapkan tak hanya berpengalaman dalam manajemen sekolah, tetapi juga:
Melek Teknologi (IT): Mampu mengoperasikan berbagai sistem dan aplikasi pelaporan digital pendidikan.
Komunikasi Efektif: Mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan para guru, orang tua murid, serta instansi terkait.
Keputusan cepat dari Dinas Pendidikan sangat dinantikan agar roda organisasi dan pelayanan pendidikan di SDN Cisintok dapat kembali berjalan optimal.
wartawan: Asep Salman
Editor: Aep Saripudin

0 Komentar