Bandung Barat — Pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, fasilitas pelayanan kesehatan dasar ini dinilai tidak efektif dan sering tutup pada jam operasional, sehingga menelantarkan masyarakat yang butuh berobat.
Padahal, secara ketentuan operasional, Pustu Desa Cihanjuang memiliki jadwal pelayanan resmi pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Namun pada praktiknya, warga yang datang di hari-hari tersebut kerap mendapati pintu puskesmas masih dalam kondisi terkunci rapat.
Kekecewaan ini dirasakan langsung oleh SS, salah satu warga yang hendak berobat. Ia mengaku sempat menunggu cukup lama di depan gedung puskesmas sebelum akhirnya menyerah dan memilih pulang.
"Kok tutup terus ya? Hampir setengah jam saya menunggu di depan, tapi puskesmas tak kunjung buka," ungkap SS dengan nada kesal.
Nasib serupa juga dialami oleh IR. Ia terpaksa pulang dengan rasa kecewa mendalam saat membawa anaknya yang sedang mengalami demam tinggi demi mendapatkan pertolongan medis awal. Bukannya mendapatkan penanganan dokter atau perawat, IR justru harus gigit jari karena fasilitas tersebut belum beroperasi.
"Bawa anak lagi demam tinggi ke Pustu, eh malah masih tutup," keluh IR.
Masyarakat berharap pihak dinas kesehatan setempat dan instansi terkait segera turun tangan mengevaluasi kinerja serta ketepatan jam operasional petugas di Pustu Desa Cihanjuang. Keberadaan puskesmas pembantu ini sangat diandalkan untuk pertolongan medis cepat, sehingga ketidakdisiplinan jam buka pelayanan dinilai sangat merugikan dan mengancam kesehatan warga desa.
Wartawan: Asep Salman
Editor: Aep Saripudin

0 Komentar