Gandeng BPJS Ketenagakerjaan dan BSI, Wali Kota Ngatiyana Salurkan Santunan Rp147 Juta dan Program Pemberdayaan Ekonomi


 CIMAHI — Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus memperkuat komitmen perlindungan sosial dan kemandirian ekonomi warga melalui sinergi lintas sektor. Berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Bank Syariah Indonesia (BSI), Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyerahkan bantuan santunan sosial sekaligus meluncurkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kota Cimahi.

Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kematian secara simbolis kepada keluarga anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang gugur saat bertugas. Bantuan bernilai total Rp147 juta tersebut terdiri dari jaminan kematian sebesar Rp42 juta serta beasiswa pendidikan jenjang perguruan tinggi bagi anak almarhum senilai lebih dari Rp105 juta.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh jajaran Linmas hingga Ketua RW sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Daerah Kota Cimahi. Kebijakan ini dihadirkan sebagai bentuk apresiasi dan jaminan rasa aman atas risiko pekerjaan para pelayan masyarakat di tingkat tapak.

"Pemerintah Kota Cimahi hadir untuk memastikan setiap petugas pelayan masyarakat terlindungi. Santunan dan beasiswa ini adalah bentuk hak dan apresiasi atas dedikasi almarhum. Kami ingin keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki jaminan masa depan, terutama dalam hal pendidikan anak-anaknya," ujar Ngatiyana.

Selain perlindungan sosial, kolaborasi Pemkot Cimahi bersama Bank BSI diwujudkan melalui program kemandirian keluarga dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Program ini menyediakan berbagai fasilitas penyertaan modal, akses perumahan, penyediaan tabungan masa depan, hingga penguatan usaha mikro.

Sasaran utama program pemberdayaan BSI ini mencakup para pekerja lokal, termasuk para mantan pekerja PT 66 yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Melalui sinergi ini, Pemkot Cimahi berharap para warga terdampak dapat bangkit, membangun usaha mandiri, dan menata kembali masa depan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Wartawan: AS

Editor: Aep Saripudin 

Posting Komentar

0 Komentar