Tekan Angka Pengangguran Pasca-PHK, Pemkot Cimahi Gandeng BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Latih Puluhan Warga Bisnis Laundry

 

CIMAHI — Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) menghadirkan inovasi untuk menekan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) di wilayahnya. Mengusung program Pemberdayaan Ekonomi Kemandirian (PEKA), pemerintah daerah memfasilitasi para warga yang terdampak PHK agar mampu bangkit melalui jalur wirausaha, salah satunya di sektor jasa pencucian pakaian (laundry).

Langkah strategis ini merealisasikan kolaborasi lintas instansi yang melibatkan BPJS Ketenagakerjaan serta Bank Syariah Indonesia (BSI). Kepala Disnaker Kota Cimahi, Asep Jayadi, menyampaikan bahwa kemitraan ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan dana pencairan klaim BPJS Ketenagakerjaan milik para mantan pekerja. Harapannya, santunan tersebut dapat dijadikan modal produktif dan tidak habis hanya untuk konsumsi jangka pendek.

"Kami mendorong agar pencairan hak BPJS Ketenagakerjaan ini dimanfaatkan menjadi modal usaha yang berkelanjutan. Melalui pelatihan laundry dalam program PEKA, para peserta dibekali keterampilan yang fleksibel sehingga bisnisnya bisa dijalankan langsung dari rumah," tutur Asep.

Tak berhenti pada pembekalan materi dan keterampilan dasar, BSI juga menyiapkan dukungan lanjutan berupa akses pembiayaan usaha syariah. Fasilitas pinjaman modal ini diperuntukkan bagi peserta yang berniat memperluas skala bisnis laundry mereka di kemudian hari.

Agenda pelatihan wirausaha ini disambut antusias oleh sekitar 50 peserta. Komposisi peserta mencakup puluhan mantan buruh Pabrik 6, warga sekitar, hingga anggota keluarga pekerja terdampak.

Asep mengapresiasi sinergi antarlembaga yang terjalin di tengah penyesuaian anggaran daerah saat ini. Pihaknya optimistis, kemitraan strategis ini mampu menjadi modal awal bagi masyarakat untuk kembali mencapai kemandirian finansial pascamasa sulit.

Wartawan:AS

Editor:Aep Saripudin 

Posting Komentar

0 Komentar